#Catatan Tiga: Buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat"

Kebahagiaan mu tumbuh dari masalah mu. Jangan menghindari, menyangkal dan menyalahkan orang lain, Sayang. 

Prakata:
Aku melanjutkan halaman berikutnya. Semua ini kata-kata Mark di bukunya. Aku hanya mengatakannya kembali untuk kamu. Semoga kamu menikmati yang aku tulis.

34.
Mengelak dari ketidaknyamanan hidup yang jelas-jelas ada adalah sebuah kerugian karena kita terputus dari kenyataan dunia dan kita telah kehilangan manfaat dari dosis rasa sakit yang menyehatkan. Kenyataan bahwa bumi tidak akan pernah lepas dari masalah itu mustahil. Hidup hanya rentetan masalah yang tak ada ujungnya. Maka, berharap lah hidup yang penuh dengan masalah yang baik.

Kau tahu? Ketika sebuah masalah sudah ditemukan solusinya, masalah itu akan menciptakan masalah baru lainnya. Masalah akan selalu ada silih berganti atau malah bertambah tetapi kebahagiaan justru datang dari keberhasilan untuk memecahkan masalah - aku jadi ingat kata guru SMP ku dulu bahwa  masalah itu bukan dipecahkan. Bukan memecahkan masalah melainkan menyelesaikannya. Ternyata premis itu keliru.

Kata Mark,
"Jika anda menghindari masalah atau seakan-akan tidak punya masalah, anda membuat diri anda sengsara. 
Jika anda merasa memiliki masalah yang tidak dapat anda selesaikan, sama hanya dengan membuat diri anda sengsara."

Kebahagiaan sejati akan terwujud hanya ketika anda menemukan masalah, menikmati itu dan menikmati proses pemecahannya. Apapun masalahnya selesaikanlah dan berbahagialah.

Mengingkari keberadaan masalah membuat kita berada dalam zona nyaman yang akan menuntun hidup yang rapuh dan pengengkangan emosional. Selain itu, memilih untuk menyalahkan orang lain atas masalah akan menggiring pada hidup yang penuh amarah, ketidakberdayaan, dan keputusasaan -mungkin aku sedang pada tahap ini. Tindakan penyangkalan dan menyalahkan membuat kita cepat "high" (red: terlena). Dunia lebih banyak menjajakan hal-hal yang membuat kita "high" ketimbang cara untuk memecahkan masalah yang masuk akal.

Semakin lama kita menghindar dan semakin lama kita mematikan rasa sakit, maka semakin besar rasa sakit ketika pada akhirnya kita benar-benar menghadapi permasalahan tersebut.
Sebuah pertanyaan menarik yang tidak pernah disadari, "Rasa sakit apa yang Anda inginkan dalam hidup Anda? Apa yang membuat Anda rela berjuang?" -Aku diam tak beranjak ke kalimat berikutnya. Jawaban pertanyaan itu akan menentukan menjadi apa hidup kita nantinya. Menginginkan sesuatu tetapi -aku-  tidak mau menjalankan bagian sulit. Jadi lebih baik diam dan bertahun-tahun gusar oleh angan-angan itu. "Saya jatuh hati dengan hasil akhir tetapi saya tidak jatuh cinta pada prosesnya. dan karena itu, saya gagal. Berulang kali." -ini kata Mark di bukunya, dan aku melakukannya.  Kita tidak akan bisa memenangkan jika kita tidak ikut bermain. Hidup kita tidak mungkin akan bebas dari rasa sakit.

Comments

Popular Posts